Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aleza dan Motif Anak Berkebutuhan Khusus

Anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan untuk merancang busana dalam peragaan busana dalam sebuah karya trunk show bertema The Collaborators X Aleza Trunk Show.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 23 November 2019  |  14:00 WIB
Aleza menggandeng siswa-siswi anak berkebutuhan khusus untuk melahirkan motif-motif yang dituangkan dalam busana. Hasil keuntungan dari penjualan busana ini, akan diberikan kepada Yayasan ATC Widyatama, Jumat (22/11/2019). JIBI/Bisnis - Novita Sari Simamora
Aleza menggandeng siswa-siswi anak berkebutuhan khusus untuk melahirkan motif-motif yang dituangkan dalam busana. Hasil keuntungan dari penjualan busana ini, akan diberikan kepada Yayasan ATC Widyatama, Jumat (22/11/2019). JIBI/Bisnis - Novita Sari Simamora

Bisnis.com, JAKARTA - Anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan untuk merancang busana dalam peragaan busana dalam sebuah karya trunk show bertema The Collaborators X Aleza Trunk Show.

Direktur Yayasan Artherapy Center Widyatama (ATC) Anne Nurfarina mengungkapkan bahwa saat ini jumlah disabilitas semakin meningkat. Namun, kaum disabilitas masih sangat jarang diberikan perhatian dan pelatihan.

"Anak-anak disabilitas memiliki kemampuan, akan tetapi mereka sangat jarang sekali diberikan kesempatan seperti yang lain. Kali ini, ada 9 orang anak yang diberikan kesempatan membuat motif dan warna pada busana Aleza," ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (22/11/2019).

Kali ini, Aleza dan Yaysan ATC tidak menjadikan anak-anak berkebutuhan khusus sebagai kegiatan sosial, tetapi menjadi partner dalam bekerja.

Kesempatan diberikan untuk memberikan nilai ekonomi dan kepercayaan diri anak-anak.

Anne mengatakan yayasan yang dipimpinnya telah memberikan pelatihan kepada tiga angkatan anak-anak berkebutuhan khusus. Namun, ada juga anak-anak yang sudah lulus pelatihan tetap kembali ikut latihan, karena hanya ingin mengisi waktu kosong.

Menurutnya, hal tersebut merupakan hal yang baik, akan tetapi bakal lebih baik bila peserta berkebutuhan khusus diberikan kesempatan oleh industri kreatif untuk bekerja sama dalam dunia kerja.

Dia sangat menyayangkan bila pihak-pihak industri kreatif enggan menggandeng kaum disabilitas.

Anne juga bekerja sebagai dosen, membandingkan hasil karya kaum disabilitas dengan siswanya.

Menurutnya, hasil diciptakan oleh kaum disabilitas dan siswa yang diajarinya sama baik dan bagusnya. Namun, kesempatan untuk terjun ke dunia industri masih sangat langka bagi disabilitas.

Founder Aleza, Dia Demona mengakui bahwa hasil karya anak-anak dan remaja berkebutuhan khusus sangat baik sekali.

Setelah melihat hasil karya siswa-siswi dari Yaysan ATC Widyatama, Aleza ingin menuangkan karya mereka dalam busana untuk sampai kepada pelanggannya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion show anak berkebutuhan khusus
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top