Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Modest Fashion ISEF 2020 Akan Digelar Secara Virtual dengan Konsep Sustainable

Penyelenggaraan rangkaian kegiatan ISEF 2020 dimulai dengan kick off ISEF pada 7 Agustus 2020 lalu sampai dengan puncaknya nanti pada tanggal 27-31 Oktober 2020.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  19:09 WIB
Koleksi Vivi Jubedi
Koleksi Vivi Jubedi

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) kembali diselenggarakan ketujuh kalinya pada tahun ini.

Penyelenggaraan rangkaian kegiatan ISEF 2020 dimulai dengan kick off ISEF pada 7 Agustus 2020 lalu sampai dengan puncaknya nanti pada tanggal 27-31 Oktober 2020. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, ISEF ke-7 ini merupakan ISEF pertama kali yang hadir dengan konsep virtual platform.

Selama empat hari penyelenggaraan akan menghadirkan 12 sesi virtual fashion show, 164 desainer/brand, 720 look, dan 180 model. Kegiatan virtual fashion show akan dilengkapi pula dengan business matching yang mempertemukan desainer dengan buyer. Berbasis virtual, Modest Fashion ISEF 2020 memberikan kesempatan pula kepada 325 brand terpilih untuk mengikuti digital trade show selama tiga bulan (Agustus, September, dan Oktober) sebagai kegiatan pra-event Modest Fashion ISEF 2020.
Perlu diketahui, tema “Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle” diangkat sebagai suatu gerakan dan pesan yang kuat dalam penyelenggaraan Modest Fashion ISEF 2020. Konsep sustainable fashion bukan sebatas produk fesyen, namun terkait dengan sustainable lifestyle, yaitu gaya hidup berkelanjutan yang mengacu pada tiga prinsip dasar sustainable: sosial, ekonomi, dan lingkungan. Modest Fashion ISEF 2020 mengajak para partisipan, baik produsen maupun konsumen untuk semakin peduli dalam menjalani gaya hidup berkelanjutan dengan memperhatikan keberlangsungan kehidupan masyarakat, keselarasan lingkungan, dan kesejahteraan bersama.
Modest Fashion ISEF 2020 yang dilakukan secara virtual diharapkan dapat menstimulasi para pelaku usaha fesyen muslim di tanah air untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi terkini yang berbasis digital. Kemudian berkreasi dan berinovasi untuk menyesuaikan ekosistem bisnis fesyen dari hulu hingga hilir – produksi, pemasaran, dan promosi - agar dapat menangkap dan menguasai peluang di pasar lokal dan global.

Mengangkat tema “Mutual Empowerment in Accelerating Sharia Economic Growth through Promoting Halal Industries for Global Prosperity”, ISEF 2020 akan menjadi kegiatan ekonomi syariah internasional secara virtual pertama yang mengintegrasikan seluruh komponen penggerak EKSyar.

”Sebagai bentuk inklusivitas strategi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, ISEF 2020 kembali menyertakan pelaku usaha syariah untuk mendukung pengembangan ekosistem halal value chain di mana fesyen muslim merupakan salah satu sektor prioritas di dalamnya. Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menjadi pusat fesyen muslim dunia, untuk itu kami mengharapkan kita dapat bersama-sama berpartisipasi aktif dalam memajukan dan mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia khususnya di sektor fesyen,” ungkap Prijono, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, dikutip dari siaran resmi yang diterima Bisnis, Rabu (12/8/2020).

Diana Yumanita, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia menambahkan bahwa sebagai wujud konsistensi Indonesia dalam upaya menjadi kiblat EKSyar dunia, ISEF tahun ini di tengah situasi pandemi global, optimis tetap diselenggarakan secara virtual.

“Kami berharap keberlangsungan ISEF di tengah pandemi dapat mengintegrasikan kolaborasi dan komunikasi antara pelaku ekonomi syariah secara inklusif dan berkelanjutan selain serta memberikan optimisme bagi para pelaku usaha dan masyarakat,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion kostum
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top