Pemerintah Jepang sedang menyusuun regulasi untuk cuti kelahiran anak bagi ayah./Ilustrasi bayi baru lahir/Istimewa
Health

Pemerintah Jepang Susun Aturan Cuti Kelahiran Anak Bagi Ayah

Rezha Hadyan
Senin, 25 Januari 2021 - 08:06
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Jepang telah menyusun draf sebuah rancangan undang-undang untuk mendukung lebih banyak pria mengambil cuti kelahiran anak sebagai ayah.

Melansir Perusahaan Penyiaran Jepang (Nippon Hoso Kyokai/NHK) pada Senin (25/1/2021), di draf itu tertulis bahwa pria akan dapat mengambil cuti selama empat pekan terhitung delapan pekan sejak kelahiran anak. Cuti ini dapat dibagi menjadi dua periode.

Permohonan cuti ini dapat diajukan dua pekan sebelumnya, lebih singkat dibandingkan satu bulan sebelumnya berdasarkan peraturan saat ini.

Rancangan undang-undang yang direvisi ini mengharuskan perusahaan menginformasikan kebijakan tersebut kepada para pegawainya. Perusahaan-perusahaan besar wajib mempublikasikan berapa banyak pegawai yang mengambil cuti ini.

Pemerintah ingin meningkatkan proporsi pekerja yang mengambil cuti ini menjadi 30 persen hingga tahun 2025. Angka tersebut adalah 7,48 persen dalam tahun fiskal lalu yang berakhir Maret 2020. Pemerintah Jepang berencana menyerahkan RUU tersebut dalam masa sidang Parlemen sekarang.

Di sisi lain, psikolog Klinis Universitas Indonesia, Pustika Rucita menjelaskan pentingnya suami memperoleh cuti sebelum dan sesudah istri melahirkan. Selama cuti, suami dapat memberikan dukungan kepada istri.

"Suami punya lebih banyak waktu untuk menemani istri yang juga sedang menyesuaikan diri menjadi ibu dan dapat berbagi tugas, sehingga meringankan tugas ibu," kata Cita.

Tentu para calon ibu membutuhkan dukungan semangat dalam menjalani proses persalinan dengan lancar. Begitu juga setelah melahirkan, kondisi fisik ibu tidak dapat langsung pulih dan kuat.

Pada masa ini, suami dapat mendampingi istri, membantu mengurus bayi dan memberikan dukungan dengan lebih leluasa. Suami juga dapat melatih kemampuan dan membiasakan diri untuk terlibat dalam pengasuhan anak.

Cita melanjutkan, manfaat cuti ayah bukan hanya penting untuk istri, namun juga buat anaknya. Apabila seorang ayah meluangkan waktu lebih untuk istri dan anaknya, maka dia dapat membentuk kedekatan yang lebih dalam dengan mereka. Istri mendapatkan dukungan paripurna dan anak merasakan kasih sayang dari ayah secara langsung.

Penulis : Rezha Hadyan
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro