Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sambil Menahan Tangis, Teddy Syach Ungkap Kondisi Rina Gunawan Sebelum Meninggal

Teddy mengatakan, sang mendiang istri memiliki banyak kesibukan yang menyebabkan tubuhnya kelelahan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  13:39 WIB
Ilustrasi / Salah satu foto di akun instagram rinagunawan_woandeorn
Ilustrasi / Salah satu foto di akun instagram rinagunawan_woandeorn

Bisnis.com, JAKARTA - Suami mendiang selebritas Rina Gunawan, Teddy Syah, mengungkapkan kronologi dan kondisi sang istri sebelum terpapar COVID-19 dan meninggal dunia pada Selasa (2/3) malam.

Beberapa kali dia menahan tangis ketika menceritakan kondisi istrinya sebelum meninggal dan saat menjalani perawatan.

Teddy sempat terbata ketika mengatakan video call terakhirnya sekitar 10 detik saat Rina akan dipasangkan ventilator. 

"Dia hanya dadah dadah dan mengatakan dah yah, sambil melambaikan tangan," ujar Teddy sambil menahan tangis.

Teddy juga mengatakan sempat mendampingi melalui video call selama kurang lebih 30 menit menjelang kepergian istrinya itu, bersama kedua anaknya. 

Teddy mengatakan, sang mendiang istri memiliki banyak kesibukan yang menyebabkan tubuhnya kelelahan.

"Kegiatan yang cukup padat, beliau kecapaian karena beberapa kali mengurus acara. Puncaknya justru pada saat istirahat, di acara terakhir, enggak tahu terpapar di mana," kata Teddy saat ditemui awak media usai pemakaman Rina Gunawan di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara.

Selain karena faktor fisik yang kelelahan, Teddy mengungkapkan bahwa mendiang memiliki penyakit bawaan seperti sinus, sesak nafas, dan asma. "Jadi, terkena virus COVID ini cukup berat buat beliau," kata Teddy.

Ketika disinggung mengenai kapan persisnya Rina terpapar virus corona, Teddy mengaku tidak tahu kapan dan di mana persisnya. Pun dengan kondisi terakhir Rina saat meninggal apakah masih positif atau tidak.

Hal ini dikarenakan Teddy hanya bisa berkomunikasi melalui panggilan video dengan istrinya itu selama perawatan.

"Saya enggak tahu persisnya kapan, saya enggak mau berspekulasi karena pihak kedokteran yang bisa menjawab. Per hari ini, minggu kedua, sudah intensif, menjalankan isolasi mandiri, satu minggu lamanya dan dibawa ke ICU, awalnya di RS Bintaro lalu ke RSP (RS Pertamina) Simprug," kata Teddy.

"Kondisinya tetap stabil beberapa hari itu. Tapi mungkin karena lelah karena harus bernapas sendiri, tim dokter akhirnya memberikan ventilator dan obatan lain," imbuhnya.

Soal keluhan yang sempat disampaikan mendiang Rina kepada Teddy, sang suami mengatakan bahwa lebih ke karena kelelahan.

"Keluhannya kecapekan, intinya beliau kecapekan. Forsir kerjaan, mengurusi jasa, dan intensitas kerjanya terlalu tinggi. Jadi istirahat sulit, dan ada pekerjaan yang harus dikerjakan dalam waktu dekat ini," kata dia.

"Dari awal masuk rumah sakit, beliau sudah diisolasi di ICU, dan saya enggak bisa bertemu. Kami tetap berkomunikasi awalnya, sampai pemasangan ventilator selama tiga hari belakangan," imbuh Teddy.

Rina Mustikana Gumilang Gunawan, atau lebih dikenal dengan Rina Gunawan, berpulang pada Selasa (2/3) di usia ke 46 tahun.

Sosok yang akrab di layar televisi nasional lewat acara talkshow "Campur-campur" dengan tagline "Semua deh ada di sini," itu menghembuskan nafas terakhirnya karena terpapar COVID-19 dan memiliki penyakit bawaan asma.

Teddy juga sempat menahan tangis ketika mengungkapkan sosok Rina di matanya. Menurutnya, Rina adalah istri dan ibu yang sangat baik untuk anak-anaknya.

"Saya bersaksi, dia adalah istri, ibu, anak, kakak, dan adik yang baik," ujarnya sambil menahan tangis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

artis Virus Corona Rina Gunawan

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top