bos toxic/linkedin
Relationship

5 Ciri-ciri Bos Toxic, Saatnya Pindah Kerja?

Mia Chitra Dinisari
Senin, 12 Juni 2023 - 08:52
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Apakah Anda merasa diremehkan dan tidak dihargai di tempat kerja?

Salah satu alasan utama mengapa Anda mungkin merasakan ini adalah karena Anda memiliki bos toxic dan negatif di tempat kerja Anda.

Jika bos meremehkan, terlalu kritis dan negatif, itu berdampak pada seluruh lingkungan tempat kerja.

Ini dapat menyebabkan konflik internal antara anggota tim dan juga mengganggu aliran produktivitas perusahaan secara keseluruhan.

Jika Anda penasaran seperti apa sebenarnya bos toxic itu, berikut adalah beberapa tandanya

1. Komunikasi yang buruk

Bos yang beracun sering gagal berkomunikasi secara efektif, membuat karyawan merasa bingung, tidak mendapat informasi, atau diabaikan.

Mereka mungkin menghindari memberikan instruksi yang jelas dan gagal mendengarkan kekhawatiran karyawan.

Mereka bahkan mungkin memberikan umpan balik dengan cara yang merendahkan atau meremehkan. Hal ini dapat menciptakan suasana stres bagi seorang karyawan.

2. Mikromanajemen

Bos beracun cenderung mengatur karyawan mereka secara berlebihan.

Mereka kurang percaya pada kemampuan tim mereka dan terus-menerus ikut campur dalam tugas sehari-hari mereka yang menghambat kreativitas dan pertumbuhan.

Hal ini dapat menyebabkan demotivasi, penurunan kepuasan kerja, dan perasaan diremehkan secara keseluruhan.

3. Kurangnya pengakuan dan dukungan

Bos seperti ini seringkali gagal untuk mengakui dan menghargai kontribusi karyawannya. Mereka mungkin menghargai kesuksesan karyawan mereka, memberikan dukungan minimal, atau bahkan meremehkan pencapaian mereka.

Kurangnya pengakuan dan dukungan ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang beracun dan menurunkan moral.

4. Bullying di tempat kerja

Bos beracun mungkin terlibat dalam intimidasi atau melecehkan karyawan mereka. Mereka mungkin meremehkan, menghina, atau mengejek bawahannya, menumbuhkan suasana ketakutan dan intimidasi. Perilaku seperti itu mengikis moral karyawan, produktivitas, dan kesejahteraan mental.

5. Favoritisme

Anda mungkin memperhatikan bahwa atasan Anda memperlakukan karyawan tertentu dengan lebih baik daripada yang lain.

Mereka mungkin memberikan hak istimewa atau peluang khusus berdasarkan preferensi pribadi daripada prestasi.

Hal ini dapat menyebabkan karyawan lain merasa bahwa mereka tidak diperlakukan sama dan dapat menumbuhkan kebencian terhadap atasan.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro