Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

7 Kesalahan Pola Pengasuhan yang Biasa Dilakukan Orang Tua

Sayangnya, banyak dari kita tidak secara naluriah mengetahui apa yang harus dilakukan dalam setiap situasi yang kita hadapi sebagai orang tua, dan kita semua dapat membuat kesalahan dari waktu ke waktu.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 09 Desember 2020  |  15:37 WIB
7 Kesalahan Pola Pengasuhan yang Biasa Dilakukan Orang Tua
Ilustrasi parenting
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Orang tua biasanya tidak ingin membuat kesalahan. Namun terlalu sering, mereka hanya mengandalkan 'naluri pengasuhan' mereka dan tidak mencoba mendapatkan bantuan untuk masalah pengasuhan yang umum.

Sayangnya, banyak dari kita tidak secara naluriah mengetahui apa yang harus dilakukan dalam setiap situasi yang kita hadapi sebagai orang tua, dan kita semua dapat membuat kesalahan dari waktu ke waktu.

Dikutip dari verywell.com, Rabu (9/12/2020), Belajar mengatasi 7 kesalahan umum dalam mengasuh anak akan membantu Anda menjadi orang tua yang lebih efektif.

1. Tidak Mencoba Memperbaiki Masalah

Entah karena mereka berpikir bahwa masalah tertentu tidak dapat diperbaiki atau mereka hanya cepat menerimanya, banyak orang tua mengalami frustrasi selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun karena menghadapi masalah yang sama. Ini mungkin termasuk pertengkaran sebelum tidur, sering terbangun di malam hari, atau seringnya mengamuk dan masalah perilaku pada anak yang lebih besar.

Meskipun mungkin membutuhkan kerja keras, sebagian besar masalah yang Anda hadapi sebagai orang tua dapat diselesaikan dan diubah atau diperbaiki.

2. Terlalu Meremehkan Masalah

Sebelum Anda mencoba memperbaiki masalah, Anda harus terlebih dahulu memutuskan apa yang menjadi masalah dan bukan. Dan jika itu sebuah masalah, seberapa besar masalah yang Anda hadapi.

Di sisi lain, Anda tidak boleh menganggap enteng masalah seperti remaja yang tertangkap basah merokok, mencuri, atau curang.

3. Memiliki Harapan yang Tidak Realistis

Jika Anda memiliki ekspektasi yang tidak realistis tentang apa yang seharusnya dilakukan anak Anda, Anda sebenarnya dapat menciptakan masalah. Hal ini sering terjadi ketika orang tua merasa frustrasi atau tidak sabar dengan anak berusia 2 1/2 tahun yang masih tidak tertarik dengan latihan menggunakan toilet, anak berusia 6 tahun yang mengompol, atau remaja yang pemurung.

Pastikan ekspektasi Anda sesuai dengan kemampuan atau harapan anak Anda dalam perkembangannya.

4. Tidak Konsisten

Beberapa hal dapat membahayakan anak-anak Anda lebih dari sekedar gaya pengasuhan yang tidak konsisten. Jika Anda terkadang sangat ketat, tetapi mengalah di lain waktu atau tidak peduli dengan apa yang dilakukan anak-anak Anda, mereka akan kesulitan mengetahui apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana bertindak.

5. Tidak Memiliki Aturan atau Menetapkan Batasan

Anda mungkin berpikir bahwa Anda membantu anak-anak Anda dengan membiarkan mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan, tetapi kebanyakan anak yang lebih kecil merasa sangat sulit untuk hidup tanpa batasan apa pun. Memiliki aturan, menetapkan batasan, rutinitas yang konsisten, dan menawarkan pilihan terbatas akan membantu anak Anda mengetahui dan mengharapkan apa yang akan terjadi sepanjang hari.

6. Melawan Kembali

Dalam buku, Setting Limits With Your Strong-Willed Child, Dr. Robert MacKenzie menggambarkan melawan sebagai 'tarian keluarga', di mana Anda bisa menjadi 'terjebak dalam pola komunikasi yang merusak ini.' Kami tidak berbicara tentang bertengkar secara fisik dengan anak Anda, tetapi melawan dapat mengambil bentuk lain, seperti marah, berteriak, dan mengulangi diri sendiri berulang kali.

Berkelahi atau berdebat dengan anak-anak Anda memberi mereka perhatian negatif dan banyak kekuasaan atas Anda karena mereka mampu memicu reaksi yang begitu kuat.

Daripada melawan balik, Anda dapat melakukan lebih baik dengan menghentikan perebutan kekuasaan dan mempelajari teknik disiplin yang lebih efektif, seperti time-out dan menggunakan konsekuensi logis dan alami, dan tidak membuang banyak waktu untuk bertengkar sebelum Anda menggunakannya.

7. Tidak Melakukan Perubahan

Tidak mengenali atau mengubah teknik pengasuhan Anda yang tidak berhasil adalah masalah yang sama besarnya dengan tidak mencoba memperbaiki masalah sejak awal. Apakah yang Anda lakukan berhasil? 

Bicaralah dengan dokter anak Anda jika Anda mengalami masalah dengan kesalahan pengasuhan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengasuhan anak parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top