Kenali Gejala Keguguran, Sering Dialami Sebelum Usia Kehamilan 20 Minggu
Health

Kenali Gejala Keguguran, Sering Dialami Sebelum Usia Kehamilan 20 Minggu

Mutiara Nabila
Kamis, 22 Februari 2024 - 15:55
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Baru-baru ini, artis papan atas Nikita Willy, mengumumkan berita duka, mengalami keguguran di usia kandungan 7 minggu.

Keguguran merupakan salah satu kejadian hilangnya kehamilan secara tiba-tiba sebelum minggu ke-20. Hal ini dialami sekitar 10% hingga 20% kehamilan meskipun jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi. Hal ini karena banyak keguguran terjadi sejak dini, sebelum orang menyadari bahwa mereka hamil.

Istilah keguguran mungkin terdengar seperti ada sesuatu yang salah dalam proses kehamilan. Padaghal banyak keguguran yang terjadi karena bayi yang belum lahir tidak berkembang dengan baik.

Keguguran adalah pengalaman yang umum terjadi - tetapi hal itu tidak membuat yang mengalaminya bisa menghadapinya dengan mudah, karena tak hanya melibatkan sakit fisik tapi juga psikis.

Oleh karena itu perlu memahami apa yang bisa menyebabkan keguguran, apa yang meningkatkan risikonya, dan perawatan medis apa yang mungkin diperlukan

Gejala

Menlansir WebMD, kebanyakan keguguran terjadi pada trimester pertama kehamilan, yaitu sekitar 13 minggu pertama.

Gejalanya bisa meliputi:

- Pendarahan dari vagina dengan atau tanpa rasa sakit, termasuk pendarahan ringan yang disebut spotting.

- Nyeri atau kram di area panggul atau punggung bawah.

- Cairan atau jaringan keluar dari vagina.

- Detak jantung cepat.

Namun, perlu diingat bahwa sebagian besar ibu hamil yang mengalami bercak atau perdarahan pada vagina pada trimester pertama berhasil hamil. Namun, segera hubungi tim perawatan kehamilan jika mengalami pendarahan banyak atau disertai nyeri kram.

Penyebab

Kebanyakan keguguran terjadi karena bayi yang belum lahir tidak berkembang dengan baik. Sekitar setengah hingga dua pertiga keguguran pada trimester pertama disebabkan oleh kelebihan atau kekurangan kromosom. 

Kromosom adalah struktur di setiap sel yang mengandung gen, petunjuk tentang penampilan dan fungsi manusia. Ketika sel telur dan sperma bersatu, dua set kromosom dari masing-masing orang tua bergabung bersama. 

Namun jika salah satu set kromosom memiliki lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya, hal itu dapat menyebabkan keguguran.

Kondisi kromosom dapat menyebabkan:

- Kehamilan anembrionik, ketika tidak ada embrio yang terbentuk. 

- Kematian janin intrauterin. Dalam situasi ini, embrio terbentuk tetapi berhenti berkembang. Ia mati sebelum gejala keguguran terjadi.

- Hamil anggur dan hamil anggur parsial. 

Selain itu, dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan keguguran. Contohnya meliputi:

- Diabetes yang tidak terkontrol

- Infeksi

- Masalah hormonal

- Masalah rahim atau leher rahim.

- Penyakit tiroid.

- Kegemukan.

Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro